Jangan Meremehkan Dosa Kecil

Jangan Meremehkan Dosa Kecil

 

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ مُسْلِمِ بْنِ بَانَكَ سَمِعْتُ عَامِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ يَقُولُ حَدَّثَنِي عَوْفُ بْنُ الْحَارِثِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَائِشَةُ إِيَّاكِ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوْبِ فَإِنَّ لَهَا مِنْ اللَّهِ طَالِبًا

 

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad telah menceritakan kepadaku Sa'id bin Muslim bin Banak saya mendengar 'Amir bin Abdullah bin Az Zubair berkata; telah menceritakan kepadaku 'Auf bin Al Harits dari 'Aisyah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadaku: "Wahai Aisyah, jauhilah dosa-dosa yang disepelekan (dianggap dosa kecil), karena sesungguhnya perbuatan-perbuatan itu akan di tuntut oleh Allah."

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, no. 4243; dan Ibnu Hibban, 7/337. Dan dia menshahihkannya, 7/337 dan al-Haitsami dalam Kitab al-Majma' berkata pada juz 2, hal. 392, "Hadits shahih dan para perawinya adalah tsiqat."

Penjelasan

Ahmad al-Fayyumi dalam al-Misbah al-Munir berkata pada juz 1, hal. 143," حقر الشيء dengan huruf qaf didhammahkan, artinya sesuatu yang bernilai rendah, sehingga tidak dipedulikan, maka ia disebut sesuatu yang sepele dan hina."

Yang dimaksud dengan مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوْبِ adalah dosa-dosa kecil, karena dosa-dosa kecil jika dilakukan dengan terus menerus akan menjadi besar. Sebagaimana yang dikatakan para ahli ilmu.

Penulis Kitab Tahdzib Madarij as-Salikin berkata pada hal. 123, "Tindakan terus-menerus berbuat maksiat merupakan sebuah kemaksiatan lain. Dan berdiam diri ditambah tidak menghalangi orang yang berbuat maksiat, adalah sebuah sikap ishrar (terus-menerus) dalam kemaksiatan, memberi restu, dan merasa nyaman bersamanya."

Mayoritas para ulama memandang bahwa meremehkan kemaksiatan adalah jika seseorang sering terkalahkan oleh kemaksiatan, maka yang dijadikan pedoman adalah seringnya mengalami kekalahan (oleh kemaksiatan itu). Dalam riwayat lain dikatakan, bahwa makna meremehkan kemaksiatan adalah terus-menerus berbuat dosa kecil; baik dari satu jenis maupun bermacam-macam jenis dosa.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.